Main Article Content

Abstract

Rendahnya literasi keuangan dan digitalisasi masih menjadi kendala utama bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) binaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Gorontalo dalam mempertahankan kinerja usaha secara berkelanjutan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kemampuan pelaku UMKM binaan dalam pencatatan keuangan sederhana dan pemanfaatan platform digital untuk pemasaran, sekaligus menyosialisasikan hasil evaluasi program pendampingan literasi keuangan dan digital yang telah dijalankan. Kegiatan dilaksanakan di Kota Gorontalo pada Mei-Agustus 2025, melibatkan 13 mitra yang terdiri atas pejabat dan tim internal KPwBI Gorontalo, 10 pelaku UMKM binaan sektor kuliner, makanan olahan, dan kerajinan tangan, serta perwakilan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Gorontalo. Metode pelaksanaan meliputi observasi partisipatif, wawancara mendalam dan diskusi kelompok terarah, serta pendampingan praktik langsung berupa pengisian template pembukuan sederhana dan penyusunan strategi konten media sosial untuk promosi produk. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebagian pelaku usaha sudah mulai mencatat transaksi harian secara manual namun masih kesulitan mengoperasikan aplikasi keuangan dan mengelola akun media sosial usaha secara konsisten. Pendampingan praktik langsung terbukti membantu mitra memahami tahapan pencatatan digital dan perencanaan konten promosi, sehingga disepakati kebutuhan pelatihan lanjutan berbasis praktik dan pendampingan berkala agar adopsi literasi keuangan digital berjalan konsisten.

Keywords

Literasi keuangan; Digitalisasi UMKM; Pembukuan sederhana

Article Details

How to Cite
Rizal, R. (2026). Penguatan Kinerja dan Keberlanjutan UMKM Binaan Bank Indonesia melalui Sosialisasi dan Pendampingan Hasil Evaluasi Strategi Pendampingan. CARADDE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 9(1), 118-127. https://doi.org/10.31960/caradde.v9i1.3495

References

  1. Amalia, N. (2023). Digitalisasi UMKM Sebagai Upaya Peningkatan Daya Saing di Era Ekonomi 4.0. Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia, 5(2), 85-98.
  2. Bank Indonesia. (2024). Laporan Pengembangan UMKM Provinsi Gorontalo Tahun 2024. Gorontalo: Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Gorontalo.
  3. Clutterbuck, D. (2023). Coaching and Mentoring in the Digital Age. Routledge.
  4. Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Gorontalo. (2024). Laporan Kinerja UMKM Provinsi Gorontalo Tahun 2024. Gorontalo: Diskop-UMKM.
  5. Hidayat, F., & Astuti, L. (2022). Pengaruh Inovasi Produk dan Digitalisasi terhadap Kinerja UMKM Pasca Pandemi. Jurnal Pengembangan UMKM, 4(3), 15-29.
  6. Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia. (2024). Laporan Tahunan Kinerja UMKM Nasional 2024. Jakarta: KemenkopUKM.
  7. Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2023). Analisis Data Kualitatif: Buku Sumber tentang Metode. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
  8. Nurjanah, S., & Rahmawati, A. (2023). Pendampingan UMKM Melalui Pelatihan Manajemen dan Digitalisasi Usaha. Jurnal Warta LPM, 27(2), 102-113.
  9. Rahmawati, D., & Putra, A. (2022). Digital Mentoring for MSMEs: Enhancing Entrepreneurial Capacity in the Post-Pandemic Era. Journal of Small Business Development, 17(2), 88-97.
  10. Sari, I., & Wulandari, M. (2024). Impact of Mentoring on MSME Behavior and Financial Discipline. Jurnal Ekonomi Terapan, 19(1), 22-35.
  11. Sugiyono. (2021). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
  12. Wulandari, A., & Pratama, D. E. (2023). Strategi Pendampingan UMKM di Era Digital Menuju UMKM Naik Kelas. Jurnal Manajemen Strategis dan Inovasi Bisnis, 6(2), 77-89.